Three (and More) Laws of Robotics

22 11 2008

Tiga Hukum Robot dalam genre cerita fiksi ilmiah adalah tiga buah peraturan yang ditulis oleh Isaac Asimov, yang harus dipatuhi oleh hampir semua robot-robot positroniknya, yang terdapat dalam karya-karya cerita fiksinya. Meskipun dalam berbagai cerita sebelumnya pernah disebutkan secara selintas, Tiga Hukum Robot pertama kali diperkenalkan secara lengkap pada tahun 1942 dalam cerita pendek “Runaround”, yang menyatakan sebagai berikut:

1. “A robot may not injure a human being or, through inaction, allow a human being to come to harm.”
2. “A robot must obey orders given to it by human beings, except where such orders would conflict with the First Law.”
3. “A robot must protect its own existence as long as such protection does not conflict with the First or Second Law.”

Kalau diterjemahkan menjadi :

1. “Robot tidak boleh melukai manusia, atau dengan berdiam diri, membiarkan manusia menjadi celaka.”
2. “Robot harus mematuhi perintah yang diberikan oleh manusia kecuali bila perintah tersebut bertentangan dengan Hukum Pertama.”
3. “Robot harus melindungi keberadaan dirinya sendiri selama perlindungan tersebut tidak bertentangan dengan Hukum Pertama atau Hukum Kedua.”

Dalam scene ini, android NDR-114 (“Andrew Martin”) sedang menjelaskan Tiga Hukum Robot kepada sebuah keluarga yang baru saja telah membelinya.

Selain itu, Asimov juga menambahkan Hukum Ke-Nol (the Zeroth Law):

“A robot may not harm humanity, or, by inaction, allow humanity to come to harm.”

Dalam Novel The Caves of Steel, Elijah Baley (Karakter Fiksi dalam novel tersebut) membuat suatu komitmen yang kreatif. Dia berpikir bahwa Hukum Pertama Robot menghalangi robot untuk mencelakai manusia, bagaimana jika robot sebenarnya sudah cukup pintar dan dapat berpikir rasional untuk perbuatannya demi kebaikan umat manusia (Dalam hal ini robot terpaksa mencelakakan seorang manusia), maka pemikiran Baley dituliskan seperti berikut ini (dalam Bahasa Perancis) : “Un robot ne doit faire aucun tort à un homme, à moins qu’il trouve un moyen de prouver qu’en fin de compte le tort qu’il aura causé profite à l’humanité en général!” jika diterjemahkan ke Bahasa Inggris menjadi “A robot may not harm a human being, unless he finds a way to prove that in the final analysis, the harm done would benefit humanity in general.”
Menarik bukan, sekarang Robot tinggal berpikir bagaimana cara dia membuktikan bahwa “perbuatan” yang telah dilakukannya itu benar! He3x…

Pada kasus yang lain, R. Lodovic Trema berpikir bahwa manusia harus tetap memiliki kebebasan untuk menentukan masa depan. Kemudian, Sebuah kelompok robot kecil mengklaim bahwa Hukum Ke-Nol sendiri mempunyai implikasi yang lebih tinggi, yaitu Hukum Ke-Minus Satu (Wow..), yang berbunyi :

“A robot may not harm sentience or, through inaction, allow sentience to come to harm.” (Sentience is the ability to feel or perceive subjectively).

Pada tahun 1974, Lyuben Dilov novel “Icarus’s Way” memperkenalkan “a Fourth Law of robotics”, Hukum Ke-Empat yang berbunyi:

“A robot must establish its identity as a robot in all cases.”

Terakhir, “The Fifth Law of Robotics” diperkenalkan oleh Nikola Kesarovski dalam cerita singkatnya “The Fifth Law of Robotics”. Bunyi Ke-Lima tersebut berbunyi :

“A robot must know it is a robot.”

Dalam ceritanya, dikisahkan suatu kisah pembunuhan. Hasil penyelidikan forensik menenemukan bahwa korban terbunuh oleh robot berbentuk manusia dengan memeluk korban tersebut. Robot secara langsung telah bisa melanggar Hukum Ke-Satu dan Ke-Empat dengan tidak mengakui dirinya adalah robot. Bener juga ya, kalau dia mengaku bukan robot, berarti Hukum Ke-Satu dan Ke-Empat ngga berlaku buat dia..😛

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Three_Laws_of_Robotics


Actions

Information

6 responses

22 11 2008
a3u5z1i

😀
Dah lama banget ga post nih, hehehe…

Pertama kali dengar tentang hukum-hukum dasar robot itu di film Irobotnya Will Smith..
Yang jadi pertanyaan buat gua sendiri adalah, bagaimana jika hukum tersebut diterapkan kepada manusia, dan manusia harus mengikutinya?

Seperti :

1. “Manusia tidak boleh melukai manusia lainnya, atau dengan berdiam diri, membiarkan manusia menjadi celaka.”

2. “Manusia harus melindungi keberadaan dirinya sendiri selama perlindungan tersebut tidak bertentangan dengan Hukum Pertama.”

3. A human must establish its identity as a human in all cases.”

Gimana jadinya ya?😀

24 11 2008
farisfar

No. 1 bukannya emang seharusnya y??

No. 2, agak berat tuh.. manusia kan pada umumnya egois..?

No. 3, yg ini lebih berat lagi, soalnya manusia pintar mengelak.. hahahhhaaha..

27 11 2008
mishbah

tunggu daku di TRUI!

semangat!
plus doanya ya..

17 12 2008
Kate

I recently came accross your blog and have been reading along. I thought I would leave my first comment. I dont know what to say except that I have enjoyed reading. Nice blog. I will keep visiting this blog very often.

Kate

http://educationonline-101.com

25 12 2008
Prib

hihihi… jadi teringat 3 hukum termodinamika plus hukum ke-o…

8 01 2009
akatsuki

Pasal 22 ayat 3 “Robot diharapkan pakai banner COMPFEST”
Ayo ramai – ramai pakai banner COMPFEST!
http://akatsukihariini.blogspot.com/2009/01/ayo-rame-rame-pakai-banner-compfest.html
kami sangat menghargai partisipasi anda dalam menggunakan banner ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: